Minggu, 13 Januari 2019

Senja Menunggu Tuan

Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku
Sang Pujaan tak juga datang

Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara
Lara...

Salam cinta menuju sore
Menuju senja, duhai Pemilik Hati

Tuan, sadarkah kamu?
Aku menunggumu dalam diam
Menantimu dalam lamunan
Dan memelukmu dalam angan-angan

Duhai, Tuan
Pertemuan kita ini tak pernah kita rencanakan
Percakapan yang tak pernah terfikirkan
Dan bahkan rindu yang tak pernah kita dambakan sebelumnya
Kenapa Zat Pemilik Segala Rasa ini begitu memberkahi kejutan yang bahkan tak pernah aku idamkan?

Lalu sempat aku berfikir
Apakah aku harus meminta pada Zat Pemilik Segala Rasa dan Pemilik Segala Perasaan
Agar sudikah kiranya Dia 'tuk cabut satu nikmat-Nya ini?
Bahkan seindah karunia cinta pun
Aku tak dapat tenang menikmatinya

Aku pernah mengalaminya
Berkali-kali selama setengah umurku ini
Ya, selama ini aku hanya merasa tersakiti dan terbebani
Tapi kenapa kali ini
Aku begitu yakin akan pengharapan sebuah ikatan suci padamu, Tuan?
Lalu, mengapa aku begitu gundah ketika kau tak berkabar?
Lantas, mengapa aku begitu rindu ketika kau tak ada di sampingku?

Aku di sini menunggumu
Aku kini bagaikan sebuah kayu yang dibakar
Mengarang, mengeras
Lalu tak lantas menjadi abu

Begitulah kira-kira perasaanku padamu, Tuan
Walaupun aku benar-benar jatuh ke dalam cintamu
Aku tak lantas gugur
Aku hanya duduk sejenak
Menengadahkan tanganku menuju kiblat
Meminta agar hentikan semua ragu yang muncul
Ketika aku benar-benar terjatuh

Perkenalkan, Tuan
Aku pemilik senja
Aku rela berdiri berhari-hari
Hanya 'tuk dapati senja seindah ini
Seindah senja yg kucari berjuta-juta kali
Hanya bermaksud 'tuk membuat iri bintang-bintang di malam hari
Bahwa aku ini sedang mengungkapkan isi hati kepada pujaan diri

Tuan, Senja kini sedang berdiri di bawah cahaya lampion kuning di pekarangan hutan pinus
Senja menunggu Tuan datang ke sini membawa pelukan arti dan janji kebersamaan
Dan hutang bukti akan kesetiaan
Jika Tuan bersedia
Tuan cukup datang berikan pelukan

Senja tak butuh ucapan, Tuan
Senja menunggu Tuan di sini
Di sore hari menuju senja

Listen to Senja Menunggu Tuan by dokterfina #np on #SoundCloud
https://soundcloud.com/dokterfina/senja-menunggu-tuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar